Langsung ke konten utama

BAB I PENDAHULUAN

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Kampanye politik merupakan sebuah upaya yang terorganisir bertujuan untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan para pemilih dan kampanye politik selalu merujuk pada kampanye pada pemilihan umum. Pesan dari kampanye adalah untu menonjolkan ide bahwa sang kandidat atau calon ingin berbagi dengan pemilih.

     Pesan sering terdiri dari beberapa poin yang berbicara tentang isu-isu kebijakan. Poin-poin ini akan dirangkum dari ide utama dalam kampanye dan sering diulang untuk menciptakan kesan abadi kepada pemilih. Dalam banyak pemilihan, para kandidat partai politik akan selalu mencoba untuk membuat para kandidat atau calon lain menjadi "tanpa pesan" berkaitan dengan kebijakannya atau berusaha untuk pengalihan pada pembicaraan yang tidak berkaitan dengan poin kebijakan atau program.

     Sebagian besar strategis kampanye menjatuhkan kandidat atau calon lain yang lebih memilih untuk menyimpan pesan secara luas dalam rangka untuk menarik pemilih yang paling potensial. Sebuah pesan yang terlalu sempit akan dapat mengasingkan para kandidat atau calon dengan para pemilihnya atau dengan memperlambat dengan penjelasan rinci programnya.

     Dalam tekhnik kampanye politik kemenangan kandidat atau calon yang dilakukan didalam jajak pendapatkan hanya dipergunakan sebagai agenda politik di kantor staf pemenangan kandidat atau calon . Kampanye pemilihan umum idealnya merupakan proses penyampaian pesan-pesan politik yang salah satu fungsinya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.
     
     Melalui kampanye, partai-partai politik berusaha menyakinkan massa pemilih dengan mengangkat berbagai agenda yang dinilainya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Karena itu, setiap partai politik selalu berusaha menemukan cara-cara paling efektif untuk merekrut sebanyak-banyaknya massa.
     
     Dan dalam proses rekrutmen tersebut, pers adalah diantara media yang memiliki tingkat efektifitas yang relatif tinggi. Untuk kepentingan politik, media diakui banyak kalangan merupakan salah satu saluran komunikasi politik yang cukup efektif. Di Indonesia, terutama sejak berakhirnya masa kekuasaan politik orde baru, pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum telah memperlihatkan semakin berkurangnya acara kampanye rally.
     
     Kampanye lebih banyak dilakukan dengan menggunakan media massa. Disamping untuk kepentingan merebut simpatik publik terhadap masing- masing organisasi pesrta pemilu, usaha seperti ini juga akan banyak berguna untuk mendidik sikap kritis masyarakat, terutama dalam menyalurkan hak-hak politiknya sebagai warga negara. Mereka akan lebih dewasa dalam menghadapi berbagai isuisu politik, serta mengambil ruang partisipasi secara bebas dan terbuka Upaya elit politik membangun posisitioning lewat pers memang sah-sah saja dilakukan.

     Pertama karena fenomena massa mengambang belum sepenuhnya diselesaikan oleh elit politik. Akibatnya banyak elit politik yang berpaling ke media, karena media bisa "mendekatkan" mereka, sekaligus membangun citra tertentu seperti yang diinginkan ke tengah masyarakat.

     Kedua, dalam memperebutkan sumber daya politik, pers juga "dipakai", dalam arti dijadikan saluran kepentingan untuk memobilisasi opini. Iklan politik meurupakan proses komunikasi dimana seorang sumber (biasanya kandidat dan atau partai politik) membeli atau memanfaatkan kesempatan melalui media massa guna meng-exposure pesan-pesan politik dengan sengaja untuk mempengaruhi sikap, kepercayaan dan perilaku politik khalayak.

     Dalam penulisan tugas akhir ini saya memilih koran harian Kompas dan Media Indonesia. Kompas merupakan media surat kabar yang sudah yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Informasi yang akurat, terkini dan terpercaya juga selalu ditampilkan oleh Kompas. 

     Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas diterbitkan oleh PT. Kompas Media Nusantara dan merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG), yang didirikan oleh PK. Ojong (almarhum) dan Jakob Oetama sejak 28 Juni 1965. Mengusung semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat”, Kompas diharapakan bertumbuh menjadi sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.

     Sebagai media massa, Harian Kompas memiliki visi dan misi untuk “menjadi agen perubahan dalam membangun komunitas Indonesia yang lebih harmonis, toleran, aman dan sejahtera dengan mempertahankan Kompas sebagai market leader secara nasional melalui optimalisasi sumber daya serta sinergi bersama mitra strategis.

     Proses lahirnya Kompas adalah seperti proses lahirnya setiap usaha kreatif. Pada mulanya, ide penerbitan harian Kompas datang dari Panglima Angkatan Darat (1962-1965) Jenderal Ahmad Yani, untuk menghadang dominasi pemberitaan pers komunis. Gagasan tersebut kemudian diutarakan kepada Menteri Perkebunan saat itu Frans Seda, yang kemudian menggandeng Petrus Kanisius Ojong dan Jakob Oetama —dua tokoh yang memiliki pengalaman menerbitkan media cetak.

     Selanjurnya Media Indonesia adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Jakarta. Tergabung ke dalam Media Group, sejumlah kalangan menganggap Media Indonesia sebagai surat kabar umum terbesar ketiga di Indonesia. Media Indonesia membawahi stasiun televisi Metro TV pada tahun 2000-saat ini.

     Kedua surat kabar itu mempunyai dampak yang besar dalam menyebarkan infromasi. Ini dikarenakan banyaknya minat dan pembaca dari masyarakat terhadapa isi dari berita tersebut. Maka peran media adalah mengawasi atau sebagai kontrol sosial harus terus berjalan. Memberikan informasi kepada publik atas aktivitas-aktivitas dan keputusan-keputusan politik yang dilakukan pemerintahannya. Aktivitas dan keputusan politik akan menjadi sentral perhatian. Dan secara tidak langsung akan membentuk opini dalam masyarakat

     Opini masyarakat terhadap figur kandidat pilpres sangat dipengaruhi oleh informasi yang diberikan media massa. Peranan media massa sanggup dan mampu membentuk opini masyarakat. Media massa bahkan mampu menggiring opini masyarakat pada kesimpulan dan persepsi yang diciptakan media.

     Dalam penelitian ini difokuskan pada rubik tertrntu, yaitu politik. rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maupun majalah. Rubrik juga bisa diartikan sebagai sebuah halaman yang memiliki kepala halaman (kop) yang ada dalam media cetak baik koran, tabloid, majalah, buletin dan lain sebagainya. Didalam rubrik tersebut menuai berbagai informasi mulai dari berita, opini maupun iklan.

     Rubrik politik lebih menekankan pada berita yang berkaitan dengan pemerintahan dan hukum. Berkaitan dengan pengaruh masa kampanye yang mana setiap calon presiden saling menunjukkan keahliannya dalam memimpin negara. Hal ini tentunya membuat isi berita dalam rubrik politik menarik karena hanya terjadi beberapa tahun sekali saja.

1.2 Rumusan Masalah
     Berdasarkan peryataan pada latar belakang, berkaitan dengan tugas akhir ini penulis menyajikan rumusan masalah, sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar harian Kompas dan Media Indonesia edisi Senin, 25 Juli sampai dengan Minggu, 31 Juli 2019.

1.3 Batasan Masalah
     Berdasarkan rumusan masalah diatas dalam tugas akhir penulis membatasi rumusan masalah, sebagai berikut:
  1. Pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar harian Kompas edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019.
  2. Pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar Media Indonesia edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019.
  3. Pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar harian Kompas dan Media Indonesia edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019

1.4 Tujuan Penulisan
  1. Untuk memahami pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar harian Kompas edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019.
  2. Untuk memahami pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar Media Indonesia edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019.
  3. Untuk memahami pengaruh masa kampanye pemilihan presiden terhadap isi berita dalam rubrik politik surat kabar harian Kompas dan Media Indonesia edisi 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2019.

1.5 Sistematika Penulisan
     Mengenai laporan penulisan ini, penulis membuat sistematika supaya mempermudah pembacaan dan pemahaman, berikut uraiannya:
     BAB I PENDAHULUAN
         Berisi beberapa pembahasan , seperti latar belakang, batasan masalah, tujuan penulis, dan sistematika penulisan.
     BAB II TINJAUAN PUSTAKA
          Berisi uraian pembahasannya dari surat kabar, buku dan jurnal.
     BAB III METODOLOGI
         Berisi uraian mengenai jenis penelitian, metode pendekatan penelitian, populasi dan sampel, teknik pengolahan data dan metode pengumpulan data.
     BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
         Berisi pembahasan mengenai analisis data, analisis kategori, dan pembahasan.
     BAB V PENUTUP
         Bab terakhir yang mengadung kesimpulan dan saran dari penulis.

Nama : Salsabila Raihani
NIM : 1806321107

Komentar